Dec 6, 2015

Do'a Mustajab Nabi Sulaiman as.

Salah satu doa Nabi Sulaiman terdapat dalam Al Quran Surah Shod ayat 35. 



Ia berkata: "Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang juapun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi". (QS Shaad: 35).


Allah menjawab doanya dengan memberikan anugerah dan pengetahuan yang besar serta melimpahkan kekuasaan yang besar dan wewenang yang kuat atas Nabi Sulaiman as. Dalam ayat-ayat yang menceritakan kehidupannya, berbagai perincian mengenai kekayaan, kewenangan, dan bagaimana dia menggunakan pengetahuannya telah disampaikan.


Bertubi-tubi berkah yang dikaruniakan kepada Nabi Sulaiman as membuatnya semakin bersyukur kepada sang pencipta langit dan bumi, Allah SWT. Syukur nabi Sulaiman saat dipuncak keseksesan di tuangkan kedalam sebuah doa Nabi Sulaiman:




Artinya : maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdo'a: "Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri ni'mat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh". (QS An Naml: 19)


Penjelasan doa Nabi Sulaiman di atas:
Doa di atas baik sekali dibaca agar kita mendapatkan ilham untuk mensyukuri nikmat serta dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yang beramal shalih di dunia hingga kemudian mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Doa tersebut pula yang dibaca Nabi Sulaiman a.s. yang kaya raya tidak ada bandingannya.






Hikmah Doa Nabi Sulaiman Untuk Kekayaan
Jika Anda sudah dikaruniai rezeki oleh Allah, jangan lupa untuk mensyukurinya. Serupa dengan Nabi Sulaiman yang sangat mensyukuri karunia Allah kepadanya. Rezeki, ketenaran dan kesuksesan adalah karunia dari Allah untuk menguji kita apakah kita bersyukur kepada Allah atau malah mengingkarinya.

Sungguh tidak tepat ketika ada orang sukses mengatakan “Kesuksesan ini adalah hasil kerja kerasku”. Orang seperti ini tidak akan kekal kesuksesannya karena tidak bersyukur. Sebaiknya kita mengatakan “Kesuksesan ini adalah dari Allah agar aku mensyukurinya”. Sudahkah Anda bersyukur hari ini?
Tags yang terkait dengan doa nabi sulaiman: doa nabi sulaiman untuk kekayaan, doa nabi sulaiman doa penunduk, khasiat doa nabi sulaiman, download doa nabi sulaiman, doa nabi sulaiman untuk ratu balqis, doa nabi khidir, doa nabi yusuf, doa nabi sulaiman menundukan binatang, doa nabi sulaeman, doa sulaiman, Doa nabi sulaiman untuk rezeki, doa nabi sulaiman bersyukur, doa nabi sulaiman untuk binatang, doa sulaiman dan artinya, doa syukur kepada allah, doa nabisulaiman, Doa sulaeman, doa syukur, Doa Suiaeman, Doa syukur islam, doa nabi sulaiman as, doasulaiman, doa nabi sulaiman as berbicara dengan hewan, doa cerdas nabi sulaiman, kisah nabi sulaiman yang bersyukur kepada allah, doa berbicara dengan hewan, doa motivasi islami, manfaat doa nabi sulaiman, cari doa sulaiman, doa singkat syukur islam, doa nabi sulaiman bercakap dengan binatang, doa rezeki nabi sulaiman, doa syukur para nabi, doa rezeki nabi sulaiman gratis, doa rezeki rasulullah, doa syukur dan selamat dan rejeki.

HUKUM ISLAM

HUKUM ISLAM

1. Mukallaf
Mukallaf ialah orang muslim yang di kenai kewajiban atau perintah dan menjauhi larangan agama, kerena telah dewasa dan berakal (akil baligh) serta telah mendengar seruan agama.

2. Huhum-Hukum Islam
Hukum Islam yang biasa juga disebut hukum Syara' terbagi menjadi lima :
a. Wajib : yaitu suatu perkara yang apabila dikerjakan mendapat pahala dan jika ditinggalkan mendapat dosa.

Wajib atau fardlu itu di bagi menjadi dua bagian :
1). Wajib 'Ain atau Fardlu 'Ain : yaitu yang mesti di kerjakan oleh setiap orang yang mukallaf sendiri, seperti shalat lima waktu, puasa, zakat dan sebagainya.
2). Wajib Kifayah atau Fardlu Kifayah : yaitu suatu kewajiban yang telah di anggap cukup apabila telah di kerjakan oleh sebagian dari orang-orang mukallaf. Dan berdosalah seluruhnya jika tidak seorang pun dari mereka mengerjakannya. Seperti menyembahyangkan mayat dan menguburkannya.

b. Sunat : yaitu suatu perkara yang apabila di kerjakan mendapat pahala dan apabila ditinggalkan tidak berdosa.

Sunat juga dibagi menjadi dua :
1). Sunnat Mu'akkad : yaitu sunnat yang sangat di anjurkan mengerjakannya seperti shalat tarawih, shalat dua hari raya (idul fithri dan idul adl-ha) dan sebagainya.
2). Sunnat Ghairu Mu'akkad : yaitu sunnat biasa.

c. Haram : yaitu suatu perkara yang apabila ditinggalkan mendapat pahala dan jika di kerjakan mendapat dosa. Seperti minum-minuman keras, berdusta, berjudi, mendurhakai orang tua dan sebagainya.

d. Makruh : yaitu suatu perkara yang apabila di kerjakan tidak berdosa, dan apabila ditinggalkan mendapat pahala. Seperti makan petai, dan berambang (bawang) mentah dan sebagainya.

e. Mubah : yaitu suatu perkara yang apabila di kerjakan tidak mendapat pahala dan berdosa, dan jika di tinggalkan juga tidak berdosa dan juga tidak mendapat pahala. Jelas boleh dikerjakan dan boleh ditinggalkan.

3. Syarat dan Rukun
a. Syarat
Syarat ialah suatu yang harus di tepati sebelum mengerjakan sesuatu. Kalau syarat-syarat sesuatu tidak sempurna, maka pekerjaan itu tidak sah.

b. Rukun
Rukun adalah sesuatu yang harus di kerjakan dalam memulai suatu pekerjaan, rukun disini berarti bagian yang pokok seperti membaca fatihah dalam shalat yang merupakan pokok bagian shalat. Tegasnya shalat tanpa fatihah tidak sah. Jadi shalat dengan fatihah tidak dapat di pisah-pisahkan.

c. Sah
Sah artinya cukup syarat rukunnya dan betul.

d. Batal
Batal artinya tidak cukup syarat rukunnya, atau tidak betul. Jadi apabila suatu pekerjaan atau perkara yang tidak memenuhi syarat rukunnya berarti perkara itu tidak sah, atau dianggap batal.

Perbedaan Psikologis Secara Umum Antara Laki-Laki Dan Perempuan

Perbedaan antara laki-laki dan perempuan tidak hanya terjadi pada organ tubuh saja. Tetapi juga terjadi pada aspek psikologisnya. Sebagai contoh, orang yang mengamati dengan cara biasa bisa membandingkan antara laki-laki dan perempuan dengan melihat bahwa gerak intuisi perempuan lebih tinggi daripada laki-laki. Tabiat perempuan untuk memperkuat dan meningkatkan hubungan dengan orang lain lebih besar di bandingkan laki-laki. Titik lain adalah respon perempuan ketika menghadapi kelelahan dan kesukaran berbeda dengan laki-laki. Sampai pada kebiasaan mengeluh dan menggerutu ketika terjadi interaksi antara laki-laki dan perempuan, keduanya juga berbeda. Kebiasaan keluhan perempuan berbeda dengan keluhan laki-laki.

Ada orang yang berpendapat bahwa perbedaan tersebut terjadi karena adanya perbedaan cara mendidik yang di bangun atas dasar perbedaan jenis kelamin. Dimana hal tersebut telah terbentuk dan tertancap pada kita semenjak masih kecil. Pendapat ini lemah sekali dan tidak di dukung oleh bukti-bukti pembenar yang ilmiah.

Tentu saja perbedaan masa kecil dan perbedaan sesuatu yang di ajarkan oleh orang tua dan masyarakat terhadap anak laki-laki dan perempuan sesuai dengan jenis kelaminnya juga menjadi sebab. Tetapi hal itu bukanlah sebab pokok terjadinya perbedaan antara laki-laki dan perempuan.

Perbedaan ciptaan antara laki-laki dan perempuan secara fisiologis (ilmu fa'al alat tubuh) sudah pasti ada. Yaitu dengan cara menguji perbedaan susunan DNA pada tubuh manusia. Dan ketika seorang anak menjadi besar ia juga akan terpengaruh oleh keluarganya, cara mendidiknya, dan masyarakat yang mengelilinginya.

Bila kita telah mengetahui perbedaan antara laki-laki dan perempuan ini, maka sangat tidak dapat di terima akal bila kita mengatakan bahwa setiap laki-laki hanya memiliki sifat-sifat kelelakian saja dan perempuan hanya memiliki sifat-sifat keperempuan saja. Dalam realitas kehidupan, laki-laki satu dengan lainnya tidaklah sama, demikian pula pada perempuan. Laki-laki memiliki banyak sifat kelelakian dan keperempuanan. Dan perempuan juga memiliki banyak sifat keperempuanan dan kelelakian. Dari sini bisa di katakan, bahwa keseimbangan adalah yang di cari, dan ketidak seimbangan akan menciptakan banyak permasalahan.

Laki-laki yang dalam tindakannya lebih dominan kekuatan kelelakiannya daripada kekuatan keperempuanannya, pada batas tertentu ia akan tampak egois. Berfikirnya terkonsentrasi (memusat) pada kebutuhan dirinya saja dan hanya memperhatikan dirinya sendiri. Sebenarnya laki-laki tersebut ketika itu tidak bisa berkomunikasi dengan sifat-sifat keperempuanan yang ada pada dirinya. Yaitu sifat-sifat yang mendorong seseorang mau memberikan perhatian dan kepedulian pada orang lain.

Sebaliknya, perempuan yang dengan mudah bisa bersambung dengan sisi keperempuanannya yang ada pada dirinya akan menjadi lebih banyak perhatian pada orang lain. Melebihi perhatian pada dirinya sendiri. Ketika merasa tidak dapat mencapai sesuatu yang di inginkan ia akan terlihat lebih banyak eskpansi, akan bertanya jawab tentang kepentingan orang lain dan mengabaikan dirinya sendiri. Ia akan mengorbankan dirinya sendiri dan tidak merasakan hal tersebut.

Kita dapat melihat perempuan tidak dapat mengutarakan keinginan yang di harapkannya ketika dia menginginkannya dan tidak mampu sepenuh hati berusaha menggapai keinginan tersebut. Hali ini karena perempuan tidak begitu konsentrasi pada kebutuhan-kebutuhan tersebut.

Sama halnya laki-laki yang menampakan sifat egoisnya ketika sungguh-sungguh bekerja. Ia tidak mau memperhatikan orang lain, karena laki-laki berfikir dengan cara memusat, perempuanpun sesungguhnya tidak mau membuka diri atau menerima bantuan orang lain ketika sedang sungguh-sungguh bekerja. Agar kita bisa merubah keadaan ekstrim ini, laki-laki harus mengetahui adanya dua sifat kelelakian dan keperempuanan dalam dirinya, kemudian mengembangkan dan berusaha menyeimbangkan antara keduanya. Demikian pula pada perempuan, ia juga harus melakukan sebagaimana yang di lakukan laki-laki.

Bila kita bisa menyeimbangkan kekuatan tersebut dalam diri kita, maka tidak saja hubungan dengan orang lain akan membaik, tetepi juga akan membantu kita untuk selalu mencipta dan kreatif.

Agar dapat menyeimbangkan kekuatan yang ada pada diri kita dengan baik, perlu diketahui bahwa dengan tabiat yang ada pada kita, kita akan selalu tertarik pada kekuatan pelengkap lain yang ada pada diri kita. Laki-laki akan tertarik pada perempuan dan perempuan akan tertarik pada laki-laki. Melalui rasa cinta laki-laki pada perempuan ia dapat mengembangkan kekuatan perempuanannya dengan tetap menjaga sifat-sifat kelelakiannya. Melalui rasa cinta perempuan pada laki-laki maka ia dapat mengembangkan sisi kelelakiannya dengan tetap menjaga sifat-sifat keperempuanannya. Ketika kita menyukai dan menghormati perbedaan kita maka kita akan dapat mencapai keseimbangan yang di cari tersebut.